kursi

merasuk. udara itu merasuk melalui sela sela kain tipis yang ia kenakan. kain yang ia percaya dapat melindunginya dari segala keduniawian gagal menjunjung kepercayaannya. kain itu terlalu tipis untuk melawan ancaman dari segala penjuru yang ia rasakan sekrang ini. memang, sebuah kain tipis tidak cocok ada di iklim ini. sekarang, dia terhampar dipinggiran kota yang ia sama sekali tidak kenal dan tidak mengetahui adat apa yang berlaku di kota itu. kota itu mati baginya. sedangkan hidupnya hanya ada di kota asalnya. ia bukan orang yang bahagia dengan nasibnya sekarang ini. terbuang dari rumahnya sendiri bukan keinginan dari siapapun yang bernafas di bumi ini. rumahnya kejam. rumahnya keras. rumahnya tidak lagi menginginkan dirinya menginjakkan kakinya, membuang liurnya, dan menangkap badannya diatasnya. rumahnya berkhianat.

 

merasa terasingkan.

kasihan.

mati.

tak berani ia memikirkan mati. hidup saja tak berani apalagi mati. siapa yang akan mengurusi jasadnya. menjual jasadnya kepada fakultas kedokteran atau kepada lab lab biologi ? siapa yang akan menikmati uang hasil jasadnya ? tidak ada. percuma ia mati.

pesan.. ia berharap ada pesan yang terjatuh dari atas kepalanya. ia menunggu ada apapun yang bergerak membawakan pesan apapun yang tidak penting sekalipun. ia hanya menginginkan ada yang ingat kepadanya. kasihan. tidak ada yang ingat kepadanya. hina.

di sebuah kursi kayu berkaki tiga ia menaruh nyawanya. di bawah timbunan salju ia menghangatkan dirinya. puluhan lembar koran dan buku bekas tersumpal di dalam bajunya. hangat. harapan saja. dinginnya salju masih bisa ia tahan dengan tenaganya. tapi dinginnya tatapan orang sekitar tak bisa ia tahan. sekali dua kali ia ingin mecungkil mata mata dingin itu. mungkin dengan menggunakan tusuk gigi akan setidaknya bisa. atau dengan sendok ? atau.. dengan gembok tas ? ia berharap ada yang rela datang suka rela sembari berkata “aku tak butuh mata ini, cabut mata ini dan makan lah”.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s