gue duduk di kursi depan rumah bersama satu cup klappertaart yang diberikan oleh tetangga gue yang bernama tante sodikoh. Namanya memang aneh, tapi gue suka sekali ada dia di lingkungan perumahan kami. Makanannya banyak ! gue ga pernah kehabisan stok klappertaart setiap harinya karena ulah si tante sodikoh ini. gue curiga dia itu punya pasar gelap klappertaart dibawah rumahnya. Waktu itu gue duduk di sore hari yang ceria dan cukup menyenangkan. Gue merasa apa yang gue liat itu efek photoshop, padahal ini nyata lho. Gue tercengang, kalo begini berarti berapa juta megapixel ya mata kita itu ? tapi setinggi-tingginya jumlah pixelnya, tetap saja ga bisa optical zoom. Jadi ya… sabar aja ya.
Gue memiliki kebiasaan makan klappertaart dengan mengelupas kulit luarnya terlebih dahulu sehingga menampilkan dagingnya yang berisi kelapa muda ini. Lembut di mulut seperti agar-agar yang biasa gue dapet dari abang-abang yang keliling di komplek gue dulu. Kita bayar 500 rupiah ke bapak itu untuk menembak nomer yang sesuai dengan pilihan kita, kalo kena kita bisa dapet mainan. Sayangnya gue ga pernah bisa menangin jadi dapetnya selalu agar-agar itu dan agar-agarnya itu hambar. Tidak berasa, tidak berbau, tapi berawarna merah. Gue curiga airnya itu air bekas cuci tempat agar-agar itu. Jadi klappertaart itu setelah terkelupas kulitnya, gue ambil dagingnya dan gue telan semua krim-nya terlebih dahulu baru mengunyah kelapa muda itu dengan gigi seri, bukan gigi graham. Bukankah kita tidak ingin bagian ternikmat dalam hidup habis dengan cepat ? begitu juga dengan kelapa muda dalam setiap klappertaart. Kita usahakan awet selama mungkin, hingga kemudian basi dan kita pun menyesal. Hidup juga seperti itu, kesempatan baik yang dibuang dengan alasan “nanti aja deh”, “yah gua lagi ga butuh, nanti aja”, “gua mules nih, next time gua telpon ya” pastinya tidak akan kembali lagi. Gue percaya banget sama omongan orang yang seperti itu. waktu itu.
Kesempatan itu seperti kelapa muda dalam klappertaart, banyak. Kehidupan adalah keseluruhan dari semangkuk klappertaart itu. Permasalahan dan tantangan adalah krim-krim yang menyelubungi kelapa muda tersebut. Lalu bagaimana dengan kulit luar, keju, dan kismisnya ? ah mereka hanya cameo. Kesempatan bertebaran di muka kehidupan manusia ini, kita tidak bisa berpatokan bahwa kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. Memang ada kemungkinan demikian, tetapi yang tidak mungkin datang untuk kedua kalinya adalah kesempatan yang sama persis. Sebuah kesempatan yang tidak sama, lebih baik, atau pun lebih buruk selalu datang menyambangi anda anda semua dimana pun anda berada baik di mcD cimone, KFC kisamaun, AW supermall karawaci, sampai warung tenda Hollywood yogyakarta pun juga kebagian. Gue ga perlu kan kasih contoh ? biar lah omongan gue ini mengendap seperti krim-krim klappertaart di otak anda anda semuanya dan membangun sedimentasi kesadaran yang suatu saat akan menyeruak akibat erosi kenyataan di alam raya kesadaran otak anda
dan…… itu ceritanya bukan gua, Karsa Adiguna, yang nulis ya. Gua mana bisa nulis yang waras kayak gitu. Ayo makan Klappertaart sambil dengerin lagu Yogyakarta dari Kla Project di depan rumah masing-masing !